guru-besar-unas

MenPAN-RB Yuddy akan menambah jajaran Guru Besar di Universitas Nasional. Ia akan menjadi Guru Besar ke-18 yang dimiliki Universitas Nasional.
Jakarta [UNAS] – Universitas Nasional siap mengukuhkan perolehan Guru Besar Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E. yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Republik Indonesia. Pengukuhan yang dijadwalkan akan diselenggarakan 23 Mei 2015 tersebut, akan dihadiri oleh ribuan undangan mulai dari berbagai unsur pimpinan tinggi Negara, jajaran Menteri hingga pimpinan DPR dan MPR RI hingga gubernur, yang menjadi kolega dari Menteri Yuddy.

”Tiada kata lain lagi selain ucapan Alhamdulillah sebagai tanda syukur kepada Tuhan dan juga atas dukungan seluruh teman-teman di Universitas Nasional dari mulai Rektor, Kepala dosen dan seluruh tata usaha Universitas Nasional. Gelar Guru Besar ini merupakan capaian tertinggi di bidang akademik untuk seorang pengajar,” ungkap Menteri Yuddy saat meninjau Universitas Nasional untuk melihat tempat pengukuhan Guru Besarnya, Kamis (16/4).

Menteri Yuddy mendapat gelar Guru Besar di bidang Ilmu Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik di usianya yang ke-47 tahun. Ia akan menjadi guru besar di jenjang S2 Ilmu Politik. Gelar tersebut diajukan oleh universitas guna menambah jajaran guru besar yang saat ini dimiliki oleh Universitas Nasional.

Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putra mengatakan, ”dengan pengukuhan Pak Yuddy, Universitas Nasional akan memiliki 18 orang guru besar. Gelar ini sangat pantas diberikan kepadanya, dilihat dari latar belakang pendidikan dan tulisan-tulisannya yang masuk jurnal Internasional,” papar El Amry.

Dalam diskusi dengan jajaran pimpinan Universitas Nasional, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.E.,M.E. tidak sungkan-sungkan meminta kepada pihak Universitas Nasional untuk memberikan tugas mengajar dan bimbingan skripsi khususnya untuk mengajar di Sekolah Pascasarjana. Meskipun sibuk, Menteri Yuddy tetap menyempatkan diri untuk melakukan tugasnya sebagai dosen di Universitas Nasional. Ia telah lebih dari 20 tahun mengajar di Perguruan Tinggi Swasta tertua di Jakarta ini.

Revolusi Mental
Dalam kunjungannya, Menteri Yuddy juga melihat kondisi Universitas Nasional. Ia berkunjung ke Biro Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengucapkan terimakasih kepada Staf SDM yang telah membantu menguruskan pengajuannya sebagai Guru Besar. Setelah itu, Menteri Yuddy turut melihat auditorium Universitas Nasional yang baru dan pembangunan Cyber Library. Ia pun berkunjung ke Fakultas Ekonomi tempatnya biasa mengajar, Sekretariat Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

“Ini perubahan yang luar biasa yang dilakukan oleh Universitas Nasional. Tidak hanya perubahan dari sisi fisik bangunan melalui sarana dan fasilitas yang mendukung, namun Universitas Nasional juga telah melakukan revolusi mental melakui kebijakan-kebijakannya. No Pain No Gain, Universitas Nasional harus meneruskan langkah-langkah yang telah dilakukannya,” tegas Yuddy di sela-sela fitting jubbah Guru Besar yang akan digunakan pada acara pengukuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *